iklan horizontal atas

Kumpulan Kajian Kitab Taqrib dan Tanwirul Qulub Menjelang Ramadhan


Maschasil.com Sesuai janji dan mumpung lagi nganggur, saya posting rangkuman Kajian Kitab Taqrib dan Tanwirul Qulub yang "dibalah" oleh Kiai Miftahus Sururi dan KH. Mahmudi ketika pertemuan Idaroh Syuriyyahan MWC NU se-Kecamatan Pakis Aji di Musholla Nurul Huda Dukuh Gronggong Desa Tanjung Jepara. Saya belum sempat menerjemahkan secara penuh ke dalam Bahasa Indonesia. Mohon maaf bagi teman-teman di luar Jawa maupun sahabat-sahabat yang belum familiar dengan Bahasa Jawa. Mungkin akan ada sedikit "roaming".

Pembacaan kitab Taqrib (K. Miftahus Sururi)
Faslun fi ahkami shalatil istisqo'
Bab meniko nerangaken shalat nyuwun jawoh utawi siraman. Ten Jeporo puniko jarang keranten cuacane normal. Shalat istisqo' puniko dipun sunataken. Ingkang ketetapan hukum sunnah inggih puniko penduduk mukim utawi pendatang ingkang sampun niat mukim 3 dinten. Shalat istisqo' dipun laksanaaken kangge tiyang ingkang butuh udan. Shalat istisqo ugi saged dilakoni keranten banyu sumberan ora mili. Sakderengipun shalat istisqa wonten syarat- sayratipun. Imam printah ing penduduk kangge tobat. Nek kito nglampahi dosa wajib tobat. Baik diprintah imam utawi mboten.Kumpulan Kajian Kitab Taqrib dan Tanwirul Qulub

Syarat selajengipun, imam printah shodaqoh. Imam printah kerukunan. Sebelum meminta kepada Allah, hati kita harus bersih, suci. Mboten angsal tukaran. Sebelum menunaikan shalat istisqo', imam printah masyarakat agar puasa 3 hari berturut- turut. Jika syarat- syarat niki sampun terpenuhi, baru bisa dilaksanakan shalat istisqo'. Pakaian yg dikenakan tidak boleh yang bagus- bagus alias sederhana. Binatang ternak diikutsertakan. Anak- anak juga begitu. Tua muda keluar semua. Manahipun khusyuk, tadharruk, madep mantep nyuwun dateng Gusti Allah.

Taqrib dan Tanwirul Qulub


Shalat istisqo ada 2 rekaat seperti idul fitri dan idul adha. Selesai shalat diikuti oleh khutbah. Seperti khutbah idul fitri atau idul adha. Bedanipun, lafal takbir wonten shalat id digantos istighfar. Imam ugi mindah rida' (selendang). Khatib ngatah2aken doa lan kalimat istighfar. Lan ndonga kelawan dongane Rasulullah saw.:

Ya Allah tumpahkanlah hujan kepada kami dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang berputus asa
Wallahu a'lamu bis shawab.

Sesi pertanyaan:
1. Siapakah yang dimaksud imam dalam bab shalat istisqo'?
2. Menawi ten suatu dusun bade shalat istisqa tapi sebagian tokoh agaminipun neng2an (diam2an) bertahun2. Bolehkah? Bagaimana cara imam menyadarkan mereka?
3. Kapan waktunya memindah rida'?
4. Mengapa dianjurkan pakai pakaian sederhana? Padahal kita akan menghadap Allah?
5. Kapan kita bisa diperbolehkan shalat istisqo?
6) Mengapa harus mengikutsertakan hewan segala?

Jawab:

1) Definisi imam: pemimpin agama; menteri agama dan jajarannya; dzi syaukah (wong kang sangar).
2) Cara mendamaikan masyarakat yang bertikai, jika muslim, ditakut- takuti neroko.
3) Pemindahan rida' dipimpin oleh khatib saat membaca khutbah kedua sampai pada 2/3 bagian         dengan cara menghadap kiblat bareng- bareng dengan jamaah.
4) Alasan memakai pakaian sederhana karena ingin memperlihatkan kemiskinan dan butuhnya kita terhadap rahmat Allah dan merayu- rayu Gusti Allah. Supaya terkabul hajatnya. Ibarat wong ngemis, nek nganggo pakean apik yo gak bakalan diwelasi wong.
5) Waktu dan tata cara istisqo': pertama, ndonga nyuwun siraman kapanpun dan dimanapun. Kedua, dilaksanakan setelah shalat maktubah. Ketiga, tata caranipun kados kolo wau ingkang sampun dipun terangaken. Batasan istisqo' ketika benar- benar dibutuhkan masyarakat banyak dan hewan- hewan.
6) Hewan yang dibawa adalah yang sehat. Hewan dibutuhkan suaranya dalam shalat istisqa'. Anak dan induknya dipisah supoyo bengok'an. Sebagaimana hadis nabi, nek wes ono kewan ora gelem bengok, anak seng gak gelem nyusu mbok, moko kiamat sudah dekat.

PENGAJIAN TANWIRUL QULUB (KH. Mahmudi)

Batesane ilmu tasawuf puniko tingkahe awak- awakan. Njeh puniko ilmu ingkang mangertosi tingkahe awak- awakan. Baik seng terpuji utawi seng diwodo syara'.
Satu syair sufi mengatakan:
Ilmu tasawuf tidak akan ditemukan kecuali oleh orang- orang yang cerdas akalnya dan ma'ruf. Mboten angger irung, tiyang niku ngertos ilmu tasawuf. Bagi orang-orang yang belum cukup ilmunya, sulit mendapatkan ilmu tasawuf. Tidak ada gunanya menceritakan terangnya sinar matahari kepada orang buta. Percuma. Begitupun ilmu tasawuf.

Mongko, sinaoso kita mboten ngertos ilmu tasawuf, kedah belajar terus. Supoyo wusul. Nek panci kita sedo sakderengipun tumeko ing ilmu tasawuf, kita sampun diganjar wusul.

Fa man lam yadzuq lam ya'rif
Fa man lam yasil lam yudrik

Tema/maudlu'e ilmu tasawuf ialah membersihkan geraknya hati dan pancaindra dari perbuatan2 tercela. Sehingga tidak berefek kepada tingkah laku.

Buahnya ilmu tasawuf inggih puniko mbersihno piro- piro ati lan ngaweruhi perkoro kang samar (Gusti Allah) baik dzauqon atau wujdanan. Lan slamet donya akhirate. Lan bejo angsal ridlanipun Gusti Allah. Lan merkoleh kabejan seng saklawase lawas (suwargo). Lan ndadek'aken padange ati sehinggo kabukak (inkisyaf). Weruh sakderenge winarah. Ati mau iso weruh pertingkahan kang nggumunake. Mata hatinya bisa menutupi mata fisiknya yang buta. Syifaul qulub, liqoul mahbub.

Pengajian ditutup oleh epilog dari Kiai Bahrowi, "Meskipun suasana bahtsul masail ini terkesan guyon, tapi sangat besar manfaatnya. Kita diajarkan untuk tidak ngelek2 wong liyo. Lah ora ketiban dosa." Kumpulan Kajian Kitab Taqrib dan Tanwirul Qulub

Pertemuan idarohan diakhiri dengan "asyroqolan" dan mushofahah mubeng. Mugi- mugi manfaat. Aamiin.
semoga artikel ini bermanfaat

Salam Manis.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel