iklan horizontal atas

Mutiara Bulan Ramadan yang Menangkap Pesan dari Nuzulul Quran

maschasil.com Ramadan salah satu di berbagai masjid pastinyaselalu diadakan peringatan nuzulul Quran, peristiwa itu merupakan turunnya Alquran. Tentu saja Alquran turun ke bumi tidak halnya seperti turunnya hujan dari langit karena juga langit itu sendiri pengertiannya banyak, mengingat bumi itu bulat kemudian hanya sebagian kecil saja dari miliaran planet juga mengapung di alam semesta. Jadi, jika kalau dikatakan Alquran itu turun dari langit, langit manakah yang juga dimaksud, sulit dijawab secara ringkas? ayo dijawab. Baca : Mutiara Ramadan juga Merawat Keutuhan dalam Berbangsa Indonesia

Alquran turun pun tidak dalam bentuk lembaran kertas penuh tulisan yang juga jatuh berhamburan di muka bumi, lalu dipungut oleh Rasulullah. Tidak juga malaikat Jibril menyerahkan bundelan kitab yang juga dapat diraba dan dipegang. Tetapi Alquran turun pada bumi manusia, dengan lokus ataupun perantara Muhammad seorang diri.

Mutiara Bulan Ramadan yang Menangkap Pesan dari Nuzulul Quran

Ini juga merupakan peristiwa rohani yang juga  Muhammad sendiri sulit menjelaskan sendiri, bahkan pada awal mulanya ketakutan ketika saat makhluk spiritual bernama Jibril menemuinya atau mendatangidi Gua Hira. Kemudian, yang juga  dituju oleh nuzulul Quran merupakan bumi dan manusia, yaitu hati dan pikiran manusia tersebut, agar pesan dan petunjuk Alquran direnungkan dan tercapai, kemudian dipahami, dinalar, selanjutnya masuk menjadi keyakinan pada urutannya menggerakkan dan membuahkan perbuatan yang baik atau amal yang saleh untuk para manusia.

Bahwa setiap bulan Ramadan diadakannya peringatan awal turunnya Alquran, itu sangat bagus agar kamu umat Islam semakin akrab kemudian semakin mencintai Alquran. Namun yang juga paling mendasar dari peringatan itu adalah merupakan apakah pesan dan semangat Alquran nuzul pada hati dan pikiran kamu ataukah tidak? bener apa tidak, Alquran menamakan dirinya dengan beragam macam nama dan fungsi, namun yang juga terkenal sebagai petunjuk jalan kebenaran dan kebaikan. Dalam tradisi istilah hermeneutika, sebuah petunjuk akan berfungsi dengan baik dan mengandaikan beberapa syarat.

Tiga Syarat

Pertama, kamu mesti paham apa yang juga dikandung oleh petunjuk itu. Misalnya saja kamu, ketika ke china, kamu tiba-tiba menjadi buta huruf lantaran dihadapkan beberapa keterangan kemudian petunjuk jalan dalam huruf dan bahasa china. Demikian pula apa yang juga dikandung Alquran. Ketika kamu tidak mampu membaca dan menangkap pesannya secara baik, maka petunjuk itu tidak berfungsi sebagaimana fungsinya.

Kedua, ibarat petunjuk jalan, kalau kamu paham tetapi tidak mau menaati atau dihadapkan pada situasi yang juga menghalangi, lagi-lagi petunjuk kamu tidak mengantarkan kamu pada sasaran.

Ketiga, ibarat resep dokter, kalau kamu tidak disiplin mengikuti petunjuknya agar memakan obat serta menjaga gaya hidup yang sehat, sulit bagi kamu untuk hidup sehat. Bahwa membacanya berpahala juga, memang itu dibenarkan oleh Rasulullah. Bahwa peringatan pada nuzulul Quran itu bagus, itu sudah pasti sebagai tanda cinta kamu umat Islam pada kitab sucinya yaitu AlQuran. Baca : Inilah Hikmah Puasa Di Bulan Ramadhan Untuk Diri kamu

Semasa zaman Rasulullah, masyarakat Arab padang pasir dikenal yang namanya jahiliah dan senang berperang pada saat itu. Melalui bimbingan Alquran tersebut, hati, pikiran, dan perilakunya dipandu oleh sang Alquran, sehingga dalam waktu yang singkat terjadi revolusi peradaban yang berbeda. Alquran benar-benar nuzul pada hati kamu dan pikiran kamu yang juga kemudian mendorong perubahan sosial di masyarakat, dari kehidupan yangjuga  tidak beradab menjadi beradab dan lebih baik. Hidup yang juga semula senang berperang berubah menjadi senang ilmu dan perdamaian berkelanjutan. Itulah salah satu pesan dari Nuzulul Quran yang juga mesti kita gali untuk direnungkan dan diamalkan untuk kamu para Umat Islam.

Salam Manis

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel