iklan horizontal atas

Ramadhan Sebagai Siraman Rohani Dan Jasmani

maschasil.com Sungguh, ajaran Rasulullah sangat mulia. Secara manusiawi, kita akan sulit memaklumi orang yang menolak kita, memaafkan orang yang telah menganiaya kita, atau memberikan rezeki kepada orang yang telah mengharamkan hartanya untuk kita dan kita menyambungkan kasih persaudaraan kepada orang yang sudah dimintanya. Hanya karena kesulitan lalu Allah mengangkat derajat kita lebih tinggi. Kita akan menjadi manusia biasa jika kita tentang orang yang menjawab kita, kita balas dengan aniaya bagi orang yang menganiaya kita; atau kita haramkan juga harta kita untuk mereka yang telah mengharamkan hartanya untuk kita; dan juga kita jauhi mereka yang telah memutuskan silaturahim dengan kita. Baca : Puasa Ramadhan Untuk Wujud Ketaatan Dalam Peningkatan Kualitas Diri

Dalam konsep psikologi komunikasi dikenal dengan “homeophaty” yaitu menciptakan suatu kondisi yang mengkontraskan dengan keadaan agar mencapai suatu keseimbangan psikologis. Dalam keseharian, jika kita memperbaiki keadaan, maka kita kemudian mensugesti diri kita dengan pulih tenang dan rileks. Jika kita memecahkan cacian dan hinaan yang sulit, maka kita balas cacian dan hinaan dengan pujian dan penghargaan, maka secara psikologis kita akan meningkatkan keseimbangan. Tindakan itu sulit kita lakukan, akan tetapi jika kita berhasil dilakukan maka kita akan jauh lebih sehat dan lebih berfikir positif.

Ramadhan Sebagai Siraman Rohani Dan Jasmani


Kesehatan jiwa karena tindakan dan ucapan kita bukan sebagai bantuan dari orang lain, berikan kita ciptakan, kita bangun dan kita pelihara. Para motivator atau konsultan kejiwaan melalui seminar atau jejaring media sosial memberikan sugesti positif agar kita selalu berfikir positif dan optimistis, padahal sejak 1500 tahun yang lalu Rasulullah telah menemukan nilai-nilai positif dalam keseharian kita dengan prinsip homeophaty ini.

Kondisi homeophatis kita alami pada bulan Ramadhan ini. Seringkali kita berhasil menahan amarah kita kepada orang lain dengan ucapan selamat puasa, atau menjawab spontan "untung sedang puasa" kompilasi kita tidak mengumbar amarah untuk pembaharuan yang memungkinkan kita melakukan.Secara biologis kita haus dan lapar, sementara minuman dan makanan tersedia di siang hari, karena tubuh dan jiwa kita dipersiapkan dalam puasa, akhrnya kita tidak meminum dan memprosesnyaMeskipun minuman dan makanan itu halal. Menciptakan perbedaan antara tempat negatif dengan dasar sugesti positif hakikatnya adalah suatu proses pelatihan dan pendidikan untuk mencapai keberhasilan dengan prinsip keseimbangan.Ramadhan menjadi “madrasah ruhaniah” dalam menciptakan kondisi seperti itu.Satu bulan untuk memasukkan ummat muslin yang beriman untuk “pesantren” melalui “madrasah ruhaniah” bulan Ramadhan. Baca : Cara Menjadi Orang Baik Dan Berguna Di Masyarakat

Keberhasilan pesantren ini akan berhasil dalam sebelas bulan berikutnya. Indikatornya adalah kita akan jauh lebih sehat, baik ruhaniah, psikologis maupun biologis kita, termasuk dalam komunikasi komunikasi kita dengan orang lain. Selain tubuh dan jiwa kita lebih sehat, kita menjadi orang yang berhasil membiasakan mengcapkan kata-kata santun kepada orang yang mendukung kita; mengungkapkan kelembutan hati kepada mereka yang menganiaya kita; berikan harta kita kepada orang yang mengaharamkan hartanya untuk kita; dan menebarkan kasih sayang kita kepada orang yang memutuskan silaturahim adalah hasil kelulusan kita lolos pesantren di madrasah ruhaniah ramadhan ini. Dan tentu saja kita akan otomatis naik derajat kita di hadapan Allah SWT. Insya Allah.

Salam Manis

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel